DENPASAR – Upaya memperkuat karakter dan identitas Kota Denpasar melalui pendekatan arsitektur Bali menjadi perhatian dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Menjadikan Arsitektur Bali sebagai Identitas Kota Denpasar”, yang digelar pada Senin (31/8/2026) di Aula Udyana Shanti, Yayasan Dwijendra.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Teknik Universitas Dwijendra dengan DPC Gapeksindo Kota Denpasar. FGD ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, baik dari unsur akademisi, pemerintah, organisasi profesi, legislatif, maupun dunia konstruksi, untuk membahas penguatan identitas arsitektur Bali dalam pembangunan Kota Denpasar.
Sejumlah undangan hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, perwakilan Pemerintah Kota Denpasar, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Bali, INKINDO Provinsi Bali, Ketua Yayasan Dwijendra, para alumni Fakultas Teknik, dosen-dosen, serta jajaran pengurus DPC Gapeksindo Kota Denpasar.
Kegiatan FGD secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Dwijendra yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor II Universitas Dwijendra, Dr. Ir. Arya Bagus Mahadwijati W, ST., MT.
Forum ini menjadi ruang dialog untuk menggali berbagai gagasan dan perspektif mengenai bagaimana arsitektur Bali dapat terus dipertahankan sekaligus dikembangkan sebagai bagian dari identitas Kota Denpasar di tengah dinamika pembangunan perkotaan.
Perkembangan Kota Denpasar sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan pariwisata di Bali menghadirkan tantangan tersendiri dalam menjaga karakter lokal. Karena itu, penerapan nilai-nilai arsitektur Bali dalam pembangunan dinilai penting agar perkembangan fisik kota tetap memiliki ciri khas dan tidak kehilangan identitas budaya.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, legislatif, organisasi profesi, serta pelaku usaha konstruksi melalui FGD tersebut diharapkan dapat menghasilkan gagasan yang konstruktif dan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembangunan Kota Denpasar ke depan.
Fakultas Teknik Universitas Dwijendra sebagai bagian dari institusi pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan kontribusi pemikiran berbasis akademik, sementara Gapeksindo sebagai organisasi yang menaungi pelaku jasa konstruksi dapat memberikan perspektif dari sisi implementasi pembangunan di lapangan.
Melalui forum lintas sektor ini, pembahasan mengenai arsitektur Bali tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan estetika bangunan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan budaya, karakter ruang kota, serta jati diri Denpasar sebagai kota yang tumbuh dan berkembang dengan tetap berakar pada nilai-nilai lokal Bali.
FGD ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun sinergi yang lebih kuat antarpemangku kepentingan dalam merumuskan konsep pembangunan Kota Denpasar yang modern, berkelanjutan, sekaligus tetap mencerminkan identitas dan kearifan lokal Bali.
