Lompat ke konten
Beranda » Program Studi Arsitektur Universitas Dwijendra Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE

Program Studi Arsitektur Universitas Dwijendra Gelar Workshop Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE

DENPASAR, 6 September 2026 – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Dwijendra menyelenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) pada Minggu, 6 September 2026. Bertempat di Ruang Rapat Rektorat Lantai 3 Universitas Dwijendra, kegiatan ini menghadirkan Prof. Ir. Titien Saraswati, M.Arch., Ph.D. sebagai narasumber.

Workshop mengangkat tema “Pengembangan Kurikulum Program Studi Arsitektur Berbasis OBE yang Relevan, Adaptif, dan Berorientasi pada Capaian Lulusan”. Kegiatan ini berfokus pada pengembangan kurikulum yang menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai dasar penyusunan proses pembelajaran, struktur mata kuliah, dan sistem asesmen.

Dalam pengembangan kurikulum berbasis OBE, rumusan CPL tidak hanya mengacu pada bidang keilmuan program studi dan ketentuan pendidikan tinggi. CPL juga harus memperhatikan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), kebutuhan kompetensi dari dunia industri, standar dan perkembangan profesi yang dihimpun melalui Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), serta perkembangan pendidikan arsitektur melalui Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI).

Integrasi berbagai unsur tersebut diperlukan agar kompetensi lulusan tetap relevan dengan tantangan pembangunan, perkembangan profesi arsitek, kebutuhan pengguna lulusan, serta perubahan kondisi lingkungan dan masyarakat. Pada saat yang sama, kurikulum perlu membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk merespons isu keberlanjutan, perubahan iklim, efisiensi sumber daya, inklusivitas, ketahanan lingkungan binaan, dan tanggung jawab sosial dalam praktik arsitektur.

Pendekatan OBE mengarahkan pengembangan kurikulum agar tidak berhenti pada penentuan materi perkuliahan. Setiap CPL harus diturunkan secara sistematis ke dalam bahan kajian, mata kuliah, Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), strategi pembelajaran, tugas, serta metode asesmen yang dapat mengukur tingkat pencapaiannya.

Pembahasan dalam workshop juga mencakup penyelarasan antara profil lulusan, CPL, CPMK, struktur mata kuliah, dan sistem penilaian. Penyelarasan ini diperlukan agar kontribusi setiap mata kuliah terhadap pembentukan kompetensi lulusan dapat dijelaskan dan diukur secara jelas.

Dalam konteks pendidikan arsitektur, penerapan OBE memiliki karakteristik tersendiri karena kompetensi lulusan meliputi pengetahuan, kemampuan perancangan, penguasaan teknologi bangunan, komunikasi visual, kepekaan terhadap konteks sosial budaya dan lingkungan, serta sikap profesional. Oleh karena itu, pembelajaran studio, teori, teknologi, dan praktik profesional harus tersusun sebagai satu kesatuan yang saling mendukung.

Kehadiran Prof. Ir. Titien Saraswati, M.Arch., Ph.D. memberikan kesempatan kepada dosen untuk memperdalam prinsip dan penerapan OBE dalam pendidikan arsitektur. Workshop menjadi forum akademik untuk menelaah kembali rumusan CPL, keterkaitan antarmata kuliah, ketepatan metode asesmen, serta kesesuaiannya dengan SDGs, kebutuhan industri, IAI, dan APTARI.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Dwijendra untuk mengembangkan kurikulum yang relevan, adaptif, terukur, dan berkelanjutan. Hasil workshop akan digunakan dalam penyempurnaan perangkat kurikulum dan pembelajaran agar lulusan memiliki kompetensi akademik dan profesional yang sesuai dengan perkembangan bidang arsitektur serta kebutuhan masyarakat.

Tinggalkan Balasan