
BADUNG – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Dwijendra melaksanakan kegiatan Archi-tour at Omah Blumbungan pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Omah Blumbungan, Desa Sibang Gede, Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan ini merupakan bagian dari kuliah lapangan mata kuliah Studio Arsitektur Tradisional pada Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Dwijendra.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa dalam memahami penerapan prinsip-prinsip arsitektur tradisional, khususnya yang berkaitan dengan tata ruang, bentuk bangunan, pemilihan material, serta nilai-nilai budaya lokal yang menjadi dasar pembentukan arsitektur tradisional Bali.
Melalui kegiatan Archi-tour, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengamati dan mengidentifikasi karakteristik arsitektur secara langsung di lapangan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa dalam memahami hubungan antara desain arsitektur, lingkungan, dan budaya masyarakat.
Kegiatan ini didampingi oleh Dr. Ar. Desak Made Sukma Widiyani, ST., MT., IAI., dan Ir. I Ketut Adhimastra, M.Erg. Para dosen pendamping memberikan arahan akademis kepada mahasiswa dalam melakukan pengamatan serta menghubungkan temuan lapangan dengan materi pembelajaran yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Dr. Ar. Desak Made Sukma Widiyani, ST., MT., IAI., menyampaikan bahwa pembelajaran arsitektur tradisional perlu dilakukan melalui pendekatan langsung terhadap objek dan konteks budaya yang melatarbelakanginya.
Arsitektur tradisional tidak cukup dipahami hanya melalui gambar, teori, atau buku referensi. Mahasiswa perlu melihat dan mengalami secara langsung bagaimana nilai budaya, pola ruang, pemilihan material, serta hubungan bangunan dengan lingkungan diterapkan dalam sebuah karya arsitektur. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kepekaan desain sekaligus memahami pentingnya menjaga identitas arsitektur lokal,” ungkapnya.
Sementara itu, pemilik Omah Blumbungan, Ar. Ida Bagus Alita, ST., M.Si., IAI., menyambut baik pelaksanaan kegiatan Archi-tour yang melibatkan mahasiswa Arsitektur Universitas Dwijendra. Menurutnya, kunjungan akademis seperti ini menjadi ruang pembelajaran penting bagi generasi muda untuk mengenal arsitektur tidak hanya sebagai produk desain, tetapi juga sebagai bagian dari identitas budaya dan kehidupan masyarakat.
Melalui kunjungan langsung ke objek arsitektur, mahasiswa dapat memahami bahwa setiap keputusan desain memiliki keterkaitan dengan konteks lingkungan, nilai budaya, serta kebutuhan penggunanya. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dan kreatif dalam merancang, tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Arsitektur tradisional bukan sekadar bentuk yang diwariskan, tetapi juga mengandung prinsip dan nilai yang dapat terus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan zaman,” jelasnya.
Ketua Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Dwijendra, AA. Ayu Sri Ratih Yulianasari, ST., M.Ars., menegaskan bahwa kuliah lapangan merupakan salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang penting dalam membangun kompetensi mahasiswa arsitektur.
“Pembelajaran di luar kelas memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan observasi, analisis, dan interpretasi terhadap objek arsitektur secara lebih komprehensif. Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghasilkan gagasan desain yang tidak hanya memperhatikan aspek fungsi dan estetika, tetapi juga menghargai nilai-nilai budaya serta kearifan lokal,” tuturnya.
Kegiatan Archi-tour at Omah Blumbungan menjadi bagian dari upaya Program Studi Arsitektur Universitas Dwijendra dalam memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan teoretis dengan kondisi nyata, sehingga mampu memahami persoalan arsitektur secara lebih kritis, kontekstual, dan menyeluruh.
Selain memperdalam pemahaman mengenai karakteristik arsitektur tradisional, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pelestarian warisan arsitektur Bali. Pelestarian tersebut tidak hanya berkaitan dengan mempertahankan bentuk fisik bangunan, tetapi juga memahami nilai filosofis, prinsip perancangan, serta kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Teknik Universitas Dwijendra, khususnya Program Studi Arsitektur, terus mendorong terbentuknya calon arsitek yang memiliki kompetensi profesional, kepekaan terhadap lingkungan, serta komitmen dalam menjaga keberlanjutan warisan arsitektur dan budaya Bali di tengah perkembangan arsitektur kontemporer.

