
Memasuki dunia perguruan tinggi, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, mengelola diri, serta membangun pola pikir yang positif dan berorientasi pada prestasi.
Hal tersebut menjadi perhatian Fakultas Ilmu Komunikasi dan Bisnis (FIKOMBIS) bersama Fakultas Teknik Universitas Dwijendra melalui penyelenggaraan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Tingkat Pra Dasar pada 28–29 September 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru dari FIKOMBIS dan Fakultas Teknik serta dihadiri oleh dosen dari kedua fakultas. Pelaksanaan secara kolaboratif tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan mahasiswa baru pada berbagai keterampilan dasar yang diperlukan dalam menjalani kehidupan akademik dan organisasi di perguruan tinggi.
Rektor Universitas Dwijendra, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.M.A., menyampaikan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tantangan.Mahasiswa perlu mempersiapkan diri secara utuh. Prestasi akademik penting, tetapi kemampuan berpikir, berkomunikasi, bekerja sama, mengelola diri, dan membangun karakter juga merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Kegiatan LKMM menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan tersebut sejak awal.Ia juga berharap kegiatan pengembangan mahasiswa dapat menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang mampu beradaptasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, mahasiswa mendapatkan sejumlah materi yang dirancang untuk memperkuat kapasitas personal dan sosial mereka.
Materi pertama, “Pola Pikir Prestatif”, disampaikan oleh Dr. Ir. Frysa Wiriantari, S.T., M.T., Wakil Rektor I Universitas Dwijendra sekaligus dosen Fakultas Teknik. Mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya membangun pola pikir yang berorientasi pada proses, pencapaian, dan pengembangan potensi diri.
Sementara itu, Ketut Alit Pratiwi, S.I.Kom., M.I.Kom., dosen FIKOMBIS, memberikan materi “Sifat Kritis”. Kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu keterampilan penting bagi mahasiswa dalam menghadapi derasnya arus informasi serta berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan akademik dan sosial.
Tidak kalah penting, keterampilan menyampaikan gagasan juga menjadi bagian dari pembekalan. IGA. Laksmi Swaryputri, SST.Par., M.M., M.I.Kom., dosen FIKOMBIS, menyampaikan materi “Keterampilan Berkomunikasi”.
Melalui materi tersebut, mahasiswa didorong untuk memahami komunikasi sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran, kerja sama, organisasi, maupun interaksi sosial di lingkungan kampus.

Selain pengembangan keterampilan akademik dan sosial, mahasiswa juga mendapatkan edukasi mengenai perlindungan diri dan kesehatan. Putu Soni Kurniawan, S.Sos., M.I.Kom. dari BNN Kota Denpasar, menyampaikan materi mengenai bahaya dan dampak buruk penyalahgunaan narkoba serta kesehatan mental di lingkungan kampus.
Materi tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan mahasiswa selama menjalani pendidikan tinggi juga sangat berkaitan dengan kemampuan menjaga kesehatan diri, membangun lingkungan pergaulan yang positif, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Pelaksanaan LKMM Pra Dasar tidak hanya menjadi kegiatan pengenalan bagi mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang interaksi lintas fakultas. Mahasiswa FIKOMBIS dan Fakultas Teknik dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, serta membangun jejaring sejak awal masa perkuliahan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan atmosfer akademik yang lebih terbuka dan mendorong mahasiswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan kampus.
Melalui LKMM Tingkat Pra Dasar ini, Universitas Dwijendra berupaya menanamkan fondasi keterampilan kepada mahasiswa sejak awal perjalanan akademiknya. Pola pikir prestatif, kemampuan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, kesadaran terhadap bahaya narkoba, serta kepedulian terhadap kesehatan mental menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk berkembang sebagai insan akademik sekaligus bagian dari masyarakat.
Dengan demikian, mahasiswa baru tidak hanya dipersiapkan untuk “kuliah dan memperoleh gelar”, tetapi juga untuk tumbuh menjadi pribadi yang mampu beradaptasi, berkolaborasi, berprestasi, dan memberikan kontribusi nyata di lingkungan sekitarnya.
